3 Perbedaan Garansi Lenovo Resmi dan Distributor

1 min read

Perbedaan Garansi Lenovo Resmi dan Distributor

Perbedaan Garansi Lenovo Resmi dan Distributor – Barang elektronik pasti memiliki yang namanya masa garansi. Perusahaan mengeluarkan garansi bukan berarti tidak menjamin kualitas barang yang mereka tawarkan, namun lebih memberikan rasa aman kepada konsumen. Sehingga apabila barang elektronik tersebut mengalami kerusakan, konsumen dapat mengklaim garansi yang diberikan oleh produsen.

Namun terkadang tidak hanya produsen saja yang memberikan garansinya secara resmi, namun distributor terkadang juga memberikan garansi yang sama. Tujuannya tentu saja untuk menarik konsumen supaya lebih percaya dengan produk mereka. Bahkan terkadang garansi yang dikeluarkan distributor bisa lebih lama. Lalu apa saja sih perbedaan garansi Lenovo resmi dan distributor?

perbedaan garansi lenovo resmi dan distributor

Perbedaan Garansi Lenovo Resmi dan Distributor

Ada kalanya anda harus mengetahui perbedaan garansi resmi dan distributor. Supaya nantinya anda tidak salah claim garansi dan dapat mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pihak Lenovo resmi dan distributornya. Berikut ini adalah perbedaannya.

Garansi Resmi Memiliki Kartu Garansi dengan Logo Brand Lenovo di Dalam Kotak

Kartu garansi tersebut menjadi pembeda antara garansi resmi Lenovo dengan distributor. Di kartu tersebut anda harus mengisi data diri yang kemudian dealer akan membubuhkan tanda tangan sebagai tanda garansi sudah dimulai. Ini dilakukan setelah anda deal melakukan pembeliaan ya. 

Sedangkan jika garansi distributor, maka kartu garansinya atas nama PT yang mengimpor barang tersebut. Pastikan anda menanyakannya terlebih dahulu sebelum membeli. Jika garansi resmi, maka anda bisa claim ke seluruh outlet di Indonesia. Sedangkan jika garansi tidak resmi maka anda harus claim ke outlet itu saja. Namun biasanya garansi distributor harga barangnya lebih murah.

Mengidentifikasi Serial Number Barang Tersebut

Setiap perusahaan elektronik, terutama laptop Lenovo pasti akan memberikan serial number atau MTM pada setiap produk yang mereka miliki. Nah serial number inilah yang nantinya bisa anda cek di websitenya, dari situlah kita bisa mengetahui apakah garansi yang diberikan resmi atau distributor.

Cara mengecek serial numbernya ialah masuk ke website resminya di https://pcsupport.lenovo.com/id/id/warrantylookup#/. Setelah itu masukan serial number yang ada pada laptop. Serial number atau MTM berupa: 80WK1232ID SN: SW9LK****. Masukan data tersebut, maka akan muncul datanya.

Jika semisal garansi resmi, maka akan muncul nama negara Indonesia. Namun jika garansi distributor, maka yang muncul biasanya nama negara lain, bukan Indonesia. Dari data yang ditampilkan saat anda mengecek, anda bisa langsung tahu itu garansi resmi atau bukan.

Pelayanan Setelah Membeli Barang

Mungkin cara terakhir yang membedakan antara garansi resmi dan garansi distributor ialah layanan after sales. Jika semisal barang anda rusak, maka anda bisa claim garansi secara gratis di outlet resmi di seluruh Indonesia. Jadi semisal barang anda resmi, maka anda akan dilayani di seluruh outlet di Indonesia secara gratis.

Sedangkan untuk garansi distributor, anda mungkin saja masih bisa dilayani, namun harus mengeluarkan uang yang lebih besar. Jadi tidak sepenuhnya garansi ditanggung oleh produsen, apalagi anda mengklaim garansi tersebut ke outlet yang bukan anda membeli barang tersebut. Akan sedikit kesusahan jika ingin klaim garansi nantinya. 

Kesimpulan

Mau garansi resmi ataupun distributor kita wajib menjaga barang tersebut tetap awet. Setelah anda membaca perbedaan garansi Lenovo resmi dan distributor, anda jadi mengetahui kelebihan dan kekurangan disetiap pilihan. Tidak ada yang salah antara kedua jenis garansi tersebut, karena setiap orang memiliki pilihannya masing masing. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *